Dengan
mengucapkan Bismillah kami pun memulai
Dan
dengan ucapan alhamdulillah sambil mengucapkan salawatnya nabi kami pun
selesai.
Dengan
takdir Allahurobbi
Akhirnya
sampailah maksud yang dicintai
Seorang
anak mempunyai cinta yang lama
Karunia
tuhan sekarang sudah kami terima
Seorang
anak diberi nama
Dan
kami ayunkan bersama-sama
Emas
dan perak kami ayunkan
Dengan
anak yang ditaruh di dalam ayunan
Kemudian
tali ayunan kami pegangkan
Dengan
lantunan emas dan perak kami nyanyikan
Kami
dipanggil orang sekalian
Dipanggil
oleh ibu bapakmu tuan
Serta jamuan
hangat diberi minum dan makan
Yang disertakan
syukur kepada tuhan
Rasa
syukur kepada Allah ta’ala
Karena
mendapat intan gembala berharga
Baiknya
memberi sedekah beberapa pula untuk sesama
Dengan
sekadarnya saja yang ada segalanya
Dipanggilah
sekalian kamu sebagai kaum kerabat
Serta
memanggil sekalian sahabat handal
Segala
jiran kawan mari berdekat
Semuanya
bersama datang dengan selamat
Walau jauh
biar dekat semuanya datang sekalian
Baik
besar maupun kecil baik laki-laki maupun perempuan
Setengahnya
datang dengan sebagian yang berjalan
Setengahnya
lagi berjalan dengan berpayung dari awan
Ingatlahd
di sini kami menunggu kalian yang datang bertalu
Mengunjungi
engkau hilir dan hulu
Mengayun
engkau dengan maksud begitu
Karena
niat tulus ibu dan bapakmu
Hanya
untuk engkau jika panjang sudah umurmu.
Jasa
mereka dibalaslah olehmu
Wahai
anakku yang dipikir olehmu
Besarlah
hati ibu dan bapakmu
Dengan
memanggilnya, ibu dan bapakmu mari kita dengarkan
Anak
yang diayun kami nyanyikan
Dengan
bersama-sama kita doakan
Haraplah
kepada Allah untuk meminta perkenan
Adapun
ketika anak pada masa kecilnya
Wangi-wangian
dan harum-haruman ibu dan bapaknya
Terhirup
terus hingga sampai pada masa umurnya
Tujuh
tahun genap terhitung bilangannya
Tujuh
tahun yang sudah merupakan perkiraan
Umur
anak muda seorang penerus bangsawan
Inilah
anak yang nantinya akan jadi perhiasan bagi negara
Kepada
ibu dan Pakam tuan
Sehingga
berakhir sampai pada masa umurnya tuan.
Sepuluh
tahun cukup bilangan
Ketika
itu pula anak telah menjadi Ulan
Atau
seteru yang dulu menjadi teman kini menjadi lawan
Demikianlah
anak kamu yang kami kabarkan
Ibu dan
bapakmu meminta untuk dipikirkan
Carilah
engkau ilmu dan janganlah segan
Memeliharakan
anak itu seperti pelajaran
Jika
besar cahayanya adalah mata.
Ajarkan
dia ilmu agama kita
Tapi
jika ilmu tak ada di kita
Serahkanlah
kepada para alim pendeta untuk memberikan ilmunya
Dengan
demikianlah seorang anak supaya berilmu
Baik
dan jahat ilmu nyata disitu
Dengan
sebab musabab yang sedemikian itu
Jadilah
anak baik sebarang laku
Jikalau
tidak baik sebarang laku maka demikianlah peri
Maka
tentulah anak tidak akan mengerti
Dengan
itu jadilah anak yang buta dan tuli
Bbaik
dan jahat sama sekali
itu
jika anak tiada pernah mendapat pelajaran.
Halal
dan haram diserupakan saja
Bersifat
salah namun tidak berpengetahuan
Dengan
ini, akhirnya anak menjadi lawan
Anak berani
melawan sudahlah pasti jadinya
Ibu dan
bapak tidak akan peduli
sebab sebelumnya
tidak kita ajari
Dunia
dan akhirat pun kita nan rugi
Betapa
tidak ruginya ibu dan bapak demikian
Dari
kecilnya kita mulai dipeliharakan
Beberapa
belanja harta telah dihabiskan.
Sudahlah
besar kita menjadi lawan
Merasa
di dalam dunia demikian peri
Di akhirat
azab akan diterima lagi
Pelajaran
ada tidaknya dipeduli
Anak
dibiarkan berbuat bersuka hati
Maka nyatalah
kerugian ibu dan bapak
Karena
mereka tidak mengajar seorang anak
Maka
sebab dari itu janganlah berkata tidak untuk mengajar anak
Ikhtiarkan
sungguh pelajaran kepada anak
Karena
dengan sebenarnya pelajaran itu dapat berguna
Bolehlah
baik dalam tingkah dan laku
Mmaka
jadilah anak orang yang nomor satu
Dunia
akhirat boleh membantu
Membantu
anak demikian jikalau didapat nanti
Laksana
penyakit menjadi sebuah obat
Demikianlah
tuan mula ibarat
Maklumlah
seorang tuan karena makrifatnya
Ayuhai
ibu ayuhai bapak
Demikian
nasihat kami yang serentak
Harap perkenannya
janganlah tidak
Mudahlah
sampai kepada barang kehendak,
Sehingga
dengan itu berhati sudah
Dengan
mengayun sang anak nazam ditambah
Sejuta
hara[ agar selamat berhati sudah
Supaya
ibumu janganlah terlihat gundah
Wahai
anakku segeralah kau tidur.
Lekaslah
kau besar supaya masyur
Jika
engkau anakku tidaklah tidur
Ibu
bapakmu dapat menjadi sebuah penghibur
Ayuhai
anak ingatlah olehmu
Harap
dibalaslah jasa ibumu
Serta
pula jasa bapakmu
Kemudian
pula handai sahabat-sahabatmu
Sehingga
semua itu berarti mudah
Mengayun
anak nazam yang ditambah
Nazam
yang dimulai dengan Bismillah
Disudahi
pula dengan ucapan Alhamdulillah
Ya
Allah kholikul Bahri
Berilah
petunjuk sekalian kepada kami
Keimanan
dan ketaatan jadikan kami
Dunia
dan akhirat pun kami minta untuk disenangi