Senin, 27 Oktober 2014

Melengkapi dialog yang hilang

DIALOG 1
Paing : “Bu….” Paing memanggil istrinya sambil berlari kecapean.
Istri : “Ada apa, Kang? Kenapa Akang terlihat sangat senang?”
Paing : “Akhirnya, Bu.”
Istri : “Akhirnya apa Kang? Tenangkan dulu pikiran Akang baru bicara.”
Paing : “Akhirnya kita bisa bekerja lagi Bu.”
Istri : “Serius ini, Kang? Memangnya apa yang terjadi, Kang?”
Paing : “Begini Bu, sepulang akang dari shalat subuh tadi, akang lihat banyak penarik bajaj yang sedang berkumpul di pangkalannya. Dan sepertinya mereka memerlukan sarapan yang cukup sebagai bekal melakukan pekerjaannya nanti.”
Istri : “Serius Akang?”
Paing : “akang serius nih Bu, Ibu siapkan saja masakan untuk persiapan jualan besok, esok adalah awal penjualan kami lagi.”
Istri : “Baiklah Kang, aku siapkan dulu masakannya.”

DIALOG 2
Istri : “Bagaimana menurut Akang?”
Paing : “Bagaimana apanya Bu?”
Istri : “Kelanjutan usaha kitaa Kang, kita sudah tidak bisa melanjutkannya lagi.”
Paing : “Sabar dulu Bu.”
Istri : “Sabar?? Bagaimana bisa sabar kalau hidup kita seperti ini, dimana kita cari makan Kang? Hidup kita sekarang sangat susah Kang.”
Paing : “Iyahh, saya mengerti Bu, tapi setidaknya kami bisa bersabar untuk sementara waktu. Ingat Bu, orang yang sabar ituu di sayang Allah swt.”
Istri : “Baiklah Kang, ibu akan bersabar mengenai hal itu, tapi setidaknya akang bisa bergerak sedikit demi kepentingan hidup kita Kang.”
Paing : “Baguslah jika Ibu mengerti, akang akan berusaha dikala saat ini akang masih kuat.”

DIALOG 3
Istri : “Kang, ada kabar baik nih.”
Paing : “Kabar baik bagaimana Bu?”
Istri : “Akhirnya, kita bisa bekerja lagi Kang.”
Paing : “Serius nih Bu? Kita bisa bekerja lagi?”
Istri : “Iyah, ibu serius nih Kang, lihat raut wajah ibu, apakah terlihat keraguan diantaranya?”
Paing : “Baiklah Bu, emangnya kita bisa bekerja apa lagi?”
Istri : “Tadi, sejenak ibu melewati rumah tante yang punya usaha senam, seketika itu ia memanggil ibu dan menanyakan untuk ikut bekerja di salah satu tempat temannya.”
Paing : “Kerja sebagai apa Bu?”
Istri : “Katanya sih sebagai staff di warung makannya.”
Paing : “Alhamdulillah, mau gimana lagi itu adalah kesempatan besar buat akang, akang tak kan menyia-nyiakan kesempatan kali ini.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar