Kamis, 27 November 2014

Biografi Narasi


Sosok yang pandai

M. Nur Al-Azhari atau yang kerap disapa Azhari merupakan sosok anak yang lahir di sebuah desa Garessi pada 13 juli 2000. Sosok anak ini lahir ketika matahari sudah berada dalam keadaan 135 derajat atau sudah dekat menjelang terbenamnya penerang dalam kehidupan. Sosok anak yang merupakan buah kebahagiaan dari pasangan Ir. Jauhari, S.Pd. bersama Ir. Hj. Hasanah, S.Pd. ini memiliki saudara laki-laki yang bernama Muh. Makbul Fadhi.
Ia memulai pendidikannya ketika menginjak usia 5 tahun dengan memasuki taman kanak-kanak, setelah setahun ia pun melanjutkan pendidikannya di SDN 1 Pekkae dan dengan usahanya selama bersekolah, ia pun secara beruntung mendapatkan peringkat 2 terkecuali ketika menduduki bangku kelas 2 ia sempat turun ke peringkat 3 namun bangkit lagi hingga lulus sekolah dasar ia pun mendapat peringkat 2. Tertarik dengan sekolah asrama, ia pun melanjutkan sekolahnya di salah satu sekolah menengah yang mempunyai asrama, SMP NEG. 3 Tanete Rilau. Termotivasi dari pengalaman belajarnya selama masih di bangku sekolah dasar, akhirnya selama menduduki bangku sekolah menengah pertama peringkat satu pun tak pernah lepas dari genggamannya, dia menjalani masa smp nya hanya selama 2 tahun karena berhasil lulus dan memasuki kelas akselerasi disekolahnya. SMA NEG. 2 BARRU, merupakan sekolah tujuan selanjutnya dari sosok yang pandai ini, menurutnya sekolah ini mempunyai prestasi yang bagus, guru-guru yang mengajar merupakan pilihan dan ini juga merupakan sekolah berasrama seperti pengalaman sebelumnya, jadi dengan mudah dapat bersosialisasi dan ini merupakan motivasinya untuk masuk di sekolah ini. Menurut dia, SMA NEG. 2 BARRU akan menjadi tempatnya untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya, demi meraih cita-cita yang sangat diimpikannya yaitu menjadi seorang Dosen kebanggaan, selain itu ia juga ingin membanggakan kedua orang tuanya. Dengan berbekal usaha serta doa orang tua, ia pun berhasil lulus di sekolah ini, namun berbeda dengan teman-temannya yang lain, ia mungkin tampak terlalu muda dengan perbedaan usianya.
Seperti anak laki-laki pada umumnya, ia juga mempunyai hobi dalam hal bermain sepak bola, bermain game, dan menonton tv. Hari-harinya terkadang selalu diisi dengan bermain sepak bola dengan kawan sebayanya. Anak yang memfavoritkan warna hijau ini mempunyai motto hidup “seburuk dan seberat apapun masalahmu, jangan tinggalkan shalat”. Mendengar motto hidupnya, anak ini selain sosok yang pandai juga merupakan sosok yang tak pernah lupa akan shalat.
Adapun pengalaman yang sangat berkesan dalam hidupnya, pengalaman ini  terjadi ketika ia masih menduduki bangku kelas V sekolah dasar, menurutnya ini sangat berkesan karena pada saat itu adalah waktu Diana ia mengunjungi Ibunya yang sedang kuliah di Bandung, lebih dari melihat seorang sosok Ibu yang berjuang demi anaknya, ternyata ditempat ini pula, ia pertama kalinya untuk Melihat adiknya yang lahir di Bandung. Tak lepas dari kebahagian ini, ternyata masih ada hal menarik selama ia disana, yaitu untuk pertama kalinya melihat untuk melihat hujan es. Selain pengalaman berkesan, pasti akan ada juga pengalaman yang pahit, seperti hal yang telah di alaminya. Peristiwa pahit yang dialaminya yaitu ketika menaiki kendaraan bermotor, yang ternyata dia menabrak kawat yang ada disamping rumahnya. Dengan menggandeng adik yang duduk didepan dan sepupu yang duduk dibelakang membuat peristiwa ini semakin pahit, sepupu yang duduk dibelakang, jungkir ke depan motor tapi tidak berbekas sebuah luka, namun adik yang duduk didepan sempat selamat. Tapi ia sendiri yang mengendarai motornya tergores oleh kawat dan luka akibat kawat itu sampai saat ini masih berbekas. Untungnya, peristiwa pahit itu tidak diketahui oleh kedua orang tuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar