Kamis, 27 November 2014

Parafrasa Syair Nyanyian Anak



Dengan mengucapkan Bismillah kami pun memulai
Dan dengan ucapan alhamdulillah sambil mengucapkan salawatnya nabi kami pun selesai.
Dengan takdir Allahurobbi
Akhirnya sampailah maksud yang dicintai

Seorang anak mempunyai cinta yang lama
Karunia tuhan sekarang sudah kami terima
Seorang anak diberi nama
Dan kami ayunkan bersama-sama

Emas dan perak kami ayunkan
Dengan anak yang ditaruh di dalam ayunan
Kemudian tali ayunan kami pegangkan
Dengan lantunan emas dan perak kami nyanyikan

Kami dipanggil orang sekalian
Dipanggil oleh ibu bapakmu tuan
Serta jamuan hangat diberi minum dan makan
Yang disertakan syukur kepada tuhan
Rasa syukur kepada Allah ta’ala

Karena mendapat intan gembala berharga
Baiknya memberi sedekah beberapa pula untuk sesama
Dengan sekadarnya saja yang ada segalanya
Dipanggilah sekalian kamu sebagai kaum kerabat

Serta memanggil sekalian sahabat handal
Segala jiran kawan mari berdekat
Semuanya bersama datang dengan selamat
Walau jauh biar dekat semuanya datang sekalian

Baik besar maupun kecil baik laki-laki maupun perempuan
Setengahnya datang dengan sebagian yang berjalan
Setengahnya lagi berjalan dengan berpayung dari awan
Ingatlahd di sini kami menunggu kalian yang datang bertalu

Mengunjungi engkau hilir dan hulu
Mengayun engkau dengan maksud begitu
Karena niat tulus ibu dan bapakmu
Hanya untuk engkau jika panjang sudah umurmu.

Jasa mereka dibalaslah olehmu
Wahai anakku yang dipikir olehmu
Besarlah hati ibu dan bapakmu
Dengan memanggilnya, ibu dan bapakmu mari kita dengarkan

Anak yang diayun kami nyanyikan
Dengan bersama-sama kita doakan
Haraplah kepada Allah untuk meminta perkenan
Adapun ketika anak pada masa kecilnya

Wangi-wangian dan harum-haruman ibu dan bapaknya
Terhirup terus hingga sampai pada masa umurnya
Tujuh tahun genap terhitung bilangannya
Tujuh tahun yang sudah merupakan perkiraan

Umur anak muda seorang penerus bangsawan
Inilah anak yang nantinya akan jadi perhiasan bagi negara
Kepada ibu dan Pakam tuan
Sehingga berakhir sampai pada masa umurnya tuan.

Sepuluh tahun cukup bilangan
Ketika itu pula anak telah menjadi Ulan
Atau seteru yang dulu menjadi teman kini menjadi lawan
Demikianlah anak kamu yang kami kabarkan

Ibu dan bapakmu meminta untuk dipikirkan
Carilah engkau ilmu dan janganlah segan
Memeliharakan anak itu seperti pelajaran
Jika besar cahayanya adalah mata.

Ajarkan dia ilmu agama kita
Tapi jika ilmu tak ada di kita
Serahkanlah kepada para alim pendeta untuk memberikan ilmunya
Dengan demikianlah seorang anak supaya berilmu

Baik dan jahat ilmu nyata disitu
Dengan sebab musabab yang sedemikian itu
Jadilah anak baik sebarang laku
Jikalau tidak baik sebarang laku maka demikianlah peri

Maka tentulah anak tidak akan mengerti
Dengan itu jadilah anak yang buta dan tuli
Bbaik dan jahat sama sekali
itu jika anak tiada pernah mendapat pelajaran.

Halal dan haram diserupakan saja
Bersifat salah namun tidak berpengetahuan
Dengan ini, akhirnya anak menjadi lawan
Anak berani melawan sudahlah pasti jadinya

Ibu dan bapak tidak akan peduli
sebab sebelumnya tidak kita ajari
Dunia dan akhirat pun kita nan rugi
Betapa tidak ruginya ibu dan bapak demikian

Dari kecilnya kita mulai dipeliharakan
Beberapa belanja harta telah dihabiskan.
Sudahlah besar kita menjadi lawan
Merasa di dalam dunia demikian peri

Di akhirat azab akan diterima lagi
Pelajaran ada tidaknya dipeduli
Anak dibiarkan berbuat bersuka hati
Maka nyatalah kerugian ibu dan bapak

Karena mereka tidak mengajar seorang anak
Maka sebab dari itu janganlah berkata tidak untuk mengajar anak
Ikhtiarkan sungguh pelajaran kepada anak
Karena dengan sebenarnya pelajaran itu dapat berguna

Bolehlah baik dalam tingkah dan laku
Mmaka jadilah anak orang yang nomor satu
Dunia akhirat boleh membantu
Membantu anak demikian jikalau didapat nanti

Laksana penyakit menjadi sebuah obat
Demikianlah tuan mula ibarat
Maklumlah seorang tuan karena makrifatnya
Ayuhai ibu ayuhai bapak

Demikian nasihat kami yang serentak
Harap perkenannya janganlah tidak
Mudahlah sampai kepada barang kehendak,
Sehingga dengan itu berhati sudah

Dengan mengayun sang anak nazam ditambah
Sejuta hara[ agar selamat berhati sudah
Supaya ibumu janganlah terlihat gundah
Wahai anakku segeralah kau tidur.

Lekaslah kau besar supaya masyur
Jika engkau anakku tidaklah tidur
Ibu bapakmu dapat menjadi sebuah penghibur
Ayuhai anak ingatlah olehmu

Harap dibalaslah jasa ibumu
Serta pula jasa bapakmu
Kemudian pula handai sahabat-sahabatmu
Sehingga semua itu berarti mudah

Mengayun anak nazam yang ditambah
Nazam yang dimulai dengan Bismillah
Disudahi pula dengan ucapan Alhamdulillah
Ya Allah kholikul Bahri

Berilah petunjuk sekalian kepada kami
Keimanan dan ketaatan jadikan kami
Dunia dan akhirat pun kami minta untuk disenangi

8 komentar: